Alim Nursidik, Sosok Inspiratif Sukses Jadi Pegawai ASDP Indonesia Ferry

Siapapun berhak sukses. Apalagi orang yang kerja penuh semangat, punya komitmen dan berdedikasi tinggi untuk dapat mengubah kehidupan yang lebih baik. Demikian yang tampak pada diri Alim Nursidik yang termasuk sukses jadi pegawai PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Indonesia Ferry (Persero). Salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang.

 

Sebelumnya, anak penjual dawet itu kerja pelayaran di Jepang, yang membuat dirinya jauh dari keluarga. Setelah itu, kesempatan emas datang dan berjuang untuk dapat meraihnya hingga kemudian sukses bekerja di sebuah instansi pemerintah.

“Sebenarnya ukuran kategori sukses itu seperti apa, tentu sangat relatif, tapi saya mensyukuri menjadi seorang karyawan BUMN, “ kata Alim Nursidik saat dihubungi KabareTegal, Senin (6/1/2020) malam.

 

Lelaki kelahiran Jatibogor, Suradadi, Tegal, 5 Desember 1982 itu lebih lanjut membeberkan bahwa siapapun berhak sukses. Termasuk dirinya anak seorang penjual dawet. “Rumah saya belakang mantan kades Tasori, “ beber putra Bapak Kamad (alm) dan Ibu Ramlah (almh) itu.

 

Menurut Nursidik untuk mencapai kedudukan seperti sekarang ini tidaklah gampang karena perlu perjuangan. “Pada tahun 2012 ada lowongan di ASDP, saya mendaftar karena pengalaman saya dari kapal Ferry. Saya ikut tes di Jakarta, alhamdulillah diterima, dan kemudian langsung ditenpatkan di ASDP Cabang Pontianak, sampai sekarang, ‘ beber suami Ika Arif Riyani dan ayah dari dua anak, Tsuyoshi Alka Nursidik dan Kireina Alia Nursidik.

 

Nursidik menyebut ibunya dan istrinya yang memotivasi dirinya menjadi pegawai BUMN. “Karena saya tidak boleh ke Jepang lagi, terutama istri yang melarang saya ke luar negri jadi pas ada kesempatan lowongan di ASDP saya daftar. Kebetulan sebelum masuk di ASDP saya lihat orang ASDP enak kerjanya, gajinya jadi saya tertarik ke ASDP, “ ungkap jebolan SUMP Tuban, Jawa Timur, itu mantap.

 

Saat ditanya, sewaktu tes bagaimana?  Dengan tenang, Nursidik memberikan jawaban, “Karena saya pengalaman dari kapal Ferry sehingga pertanyaan sewaktu tes masih dapat saya jawab. Yang tidak gampang saingannya rata-rata saudaranya kerja di ASDP juga jadi sempat tidak pede.”

Nursidik menyadari sekali dirinya yang tidak percaya diri. “Karena posisi saya murni ndak ada siapa-siapa di perusahaan tersebut. Alhamdulillah, berkat doa orang tua, saya diterima.  Semua karna doa orang tua, “ tuturnya penuh rasa syukur.

 

Menjadi pegawai negeri seperti sekarang ini, Nursidik tampaknya sangat mensyukuri. “Untuk kesejahteraan keluarga juga dijamin, cutinya bisa rutin, “ ucapnya bangga.

 

Adapun, suka dukanya tugas kerja menjadi pegawai bumn ditempatkan di luar Jawa, Nursidik masih tetap mensyukuri senangnya memang kesejahteraan keluarga terjamin. “Kurang senangnya, saya jauh dari keluarga, bahkan lebaran tidak bisa pulang karena harus melayani masyarakat para pengguna jasa di bagian kapal, “ paparnya.

 

Harapan Nursidik ke depan ingin bisa sekolah pastinya untuk bisa bawa kapal yang lebih besar lagi. “Semoga bisa pindah ke penyebrangan merak, “ tegas Nursidik yang memang mengharapkan tahun ini izin sekolah dirinya dapat ACC pihak kantor tempatnya bekerja.

 

Sebagai orang kelahiran Jatibogor, Nursidik juga menaruh harapan pada desanya tercinta. “Harapan saya, Jatibogor ke depan lebih sejahtera pastinya. Kemudian, di Jatibogor pelaut banyak jadi mudah-mudahan akan ada sekolah pelayaran setara SMA di Jatibogor. Itulah keinginan saya, setidaknya kalau memang ada wadahnya, insya Allah, Jatibogor lebih maju, “ pungkas Alim Nursidik sumringah.

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :