Desa Srengseng, Pagerbarang, Tegal, Rintis Wisata Desa ‘Bendung Gondang’

KabareTegal.com, Tegal – Maraknya wisata desa maupun desa wisata di antero Tanah air belakangan ini, sungguh telah menjadi “doping” nan mashyhur dan membahana. Setiap desa mulai memunculkan wacana dan kemudian menindaklanjuti gagasan soal wisata desa di lingkungannya. Makin kencangnya menindaklanjuti gagasan tersebut  dipicu  oleh  berbagai alasan, yang pertama karena iklim pemberdayaan desa  begitu garang didengungkan oleh pemerintah pusat dan daerah melalui gelontoran deras  program ADD. Kedua proyeksi jangka panjang  terkait  spektrum  gemah ripah lohjinawi masyarakat tergambar jelas.

 

Begitulah adanya semangat menciptakan magnet  bagi Pendapatan Asli Desa Srengseng melalui Wisata Desa Bendung Gondang terus digeber oleh pemerintahan desa dengan memberdayakan lembaga-lembaga yang ada semacam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) maupun BumDes (Badan Usaha Milik Desa).  Beberapa waktu lalu Pokdarwis Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal menggelar musyawarah  perdana guna menjaring masukan dan menyatukan misi dan visi pemerintahan desa beserta elemen masyarakat  terkait rencana “menciptakan” Wisata Desa Bendung Gondang.

 

Bendung Gondang sendiri  merupakan “koperan”  warisan Belanda yang sempat direnovasi pada tahun 2018 yang terletak di sebelah timur desa Srengseng.  Memiliki  arsitektur yang khas dan berada pada lokasi yang unik dengan tipografi tanah yang menantang untuk sebuah destinasi wisata air. Pada saat hari libur sesudah Hari Raya Idul Fitri bendungan ini menjadi tempat favorit yang dikunjungi masyarakat sekitar bahkan  masyarakat luar desa.  Dengan dasar alasan inilah kemudian pemerintah desa Srengseng  mengajukan ijin pemanfaatan tempat ini sebagai Wisata Desa setelah melakukan pengkajian dan koordinasi cukup lama dengan dinas terkait. Setelah ijin didapatkan maka langkah pematangan realisasipun dimulai, bahkan pembangunan gapura Pintu Masuk Lokasi Bendung Gondang tengah berjalan.

Kades Srengseng R. Triana Eka Waluja

“Saya yakin, program wisata desa Bendung Gondang ini akan terlaksana. Tetapi tentu saja dengan dukungan riil semua elemen masyarakat,”  kata  Kades Srengseng R. Triana Eka Waluja, optimistis saat membuka musyawarah Pokdarwis tersebut, Kamis (26/12/2019).

 

Pak Tri, begitu sapaan akrabnya, lebih jauh menegaskan Bendung Gondang merupakan sentral objek wisata nantinya akan dilengkapi dengan Wisata Air Anak, Wisata Edukasi  Penanaman Hydroponik, Rumah Pohon, Panggung Hiburan dan sarana wisata pendukung lainnya seperti kuliner (makanan/jajanan masa lalu masyarakat Srengseng) dan pengadaan sarana prasarana lain yang vital dibutuhkan wisatawan.

 

Mendapat tantangan dari Ketua Pokdarwis terkait peningkatan kapasitas dan SDM anggota Pokdarwis yang berjumlah 50 orang, Kades Srengseng yang baru menjabat setahun ini langsung merespon dengan bijak dan tegas.  “Pemerintahan Desa mendukung seratus persen langkah-langkah Pokdarwis  demi  realisasi wisata desa Bendung Gondang ini,” jawab Pak Tri lugas yang langsung mendapat applaus tepuk tangan meriah peserta musyawarah  yang dihadiri pula dari unsur BPD, Pemerintahan Desa dan anggota Bumdes.

 

Ketua Pokdarwis Srengseng, Herni Juniarti

Adapun, Mba Heng selaku Ketua Pokdarwis Srengseng sekaligus pemimpin musyawarah, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM Pokdarwis, pemberdayaan Wanita Kelompok Tani dan pentingnya genjar sosialisasi sebagai penunjang kesuksesan Wisata Bendung Gondang.

 

“Pokdarwis adalah duta wisata yang memiliki fungsi memberi penyadaran kepada masyarakat bagaimana menjadikan desa sebagai objek wisata yang memiliki estetika bermartabat dan beretika halus dan adiluhung. Itulah pekerjaan besar  Pokdarwis sesungguhnya. Pekerjaan rumah yang berat bagi kita semua,”  tandas Mba Heng alias Herni Juniarti.

 

Seluruh peserta rapat sebelum dimulainya musyawarah mereka melakukan senam dan diberikan pemanasan problem solving berupa whit game guna menguji fokus dan kekompakan tim dalam memecahkan masalah dan dalam melaksanakan tugas riil di tengah masyarakat nanti. (Julis)

Penulis : Julis Nur Hussein

Editor : Akhmad Sekhu

Sumber : Kabare Tegal

 

#InfoWisataTegal
#KabareTegal
#TegalKitaKeminclongBersama

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *