Inilah Pengobatan Alternatif Cara Unik Nyi Ratu Surantinah

KabareTegal – Kehidupan zaman sekarang semakin kompleks dengan berbagai macam penyakit yang semakin berat dan parah komplikasinya tentu butuh pengobatan alternatif dengan cara unik. Hal tersebut dilakukan Surantinah atau sekarang lebih dikenal dengan nama Nyi Ratu Surantinah yang mampu mengobati hampir segala penyakit dari yang ringan sampai yang berat.

 

Nyi Ratu Surantinah sudah banyak menyembuhkan orang yang terkena stroke dengan metode terapi Setrum Listrik. Sebuah cara yang terbilang unik karena jarang dilakukan orang-orang dengan berbagai macam dalam praktek pengobatan alternatif.

“Alhamdulillah sembuh, “ tutur Nyi Ratu Surantinah penuh rasa syukur di tempat prakteknya di Dusun Sumber Bening, RT 05/01 Kesilir Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (23/1/2022).

 

Lebih lanjut, Nyi Ratu Surantinah menerangkan kemampuan dalam pengobatan alternatifnya  yang didapatkan secara turun-temurun dari Bapaknya Pak Said (almarhum), yang dikenal sebagai seorang paranormal. “Alhamdulillah, dari kecil saya sudah bisa mengobati orang dengan pengobatan alternatif, “ terangnya selalu mensyukuri kemampuannya dalam pengobatan alternatifnya.

Setiap pekerjaan tentu ada suka dukanya, begitu juga dengan pengobatan alternatif yang dilakukan Nyi Ratu Surantinah. “Saya senang kalau saya mengobati cepat sembuh dan banyak orang yang bisa disembuhkan, “ ungkapnya mantap.

 

Adapun dukanya, Nyi Ratu Surantinah mengaku kalau mengobati orang tapi lama sekali sembuhnya. “Karena tentu banyak orang yang ingin sembuh kalau diobati, “ tegasnya.

Saat ditanya pengalaman apa yang paling berkesan selama menggeluti pengobatan alternatif? Dengan tenang, Nyi Ratu Surantinah memberikan jawaban, “Saya dapat mengobati orang yang lemah syahwat!”

 

Nyi Ratu Surantinah berharap ingin dapat mengobati lebih banyak orang. “Karena dengan demikian kemampuan saya dalam mengobati orang lebih banyak sembuhnya, “ pungkas Nyi Ratu Surantinah sumringah.

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *