Meski Pandemi, Seniman Jangan Berhenti Produktif Berkarya

Kota Tegal- Masa pandemi covid 19 jangan sampai menjadi halangan bagi kalangan seniman untuk lebih berproduktif dalam berkarya. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal ( DKT) , Yono Daryono saat diwawancarai di sela-sela pembukaan pameran lukisan Eko Tunas di Galeri Sewusiji, Jalan Gatot Subroto, Kota Tegal, Sqbtu (5/3/2022) malam.

Menurut Yono, situasi pandemi yang tak jelas selesainya menyebabkan seluruh aktifitas sejumlah seniman menjadi tersekat. Terutama giat seni pertunjukan yang menyerap kehadiran banyak orang.

” Kami salut dengan kegigihan Eko Tunas yang justru lebih berproduktif dalam berkreasi seni lukis di masa pandemi. Padahal selama ini kita ketahui Eko lebih fokus ke dunia teater dan drama, ” kata Yono yang akrab disapa Mang Darmin dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Sebagai Ketua DKT Yono berharap agar seluruh Seniman khususnya generasi muda dapat lebih fokus berkreasi seni dan mempertunjukan karya seninya.

” Jadi jangan selalu muncul dari DKT, siapa saja, Seniman harus mampu beraksi kreasi secara mandiri, seperti halnya Eko Tunas, ” papar Yono.

Yono menambahkan, Eko Tunas dulu di tahun 1981 pernah pameran lukisan bersama seniman Tiga Muda, yaitu Eko Tunas, Wowok Legowo dan Dadang Kristanto di Gedung Titi Kawedar, saat itu Kota Tegal dipimpin oleh Walikota Aryoto. Dan darah seni lukis Eko Tunas merupakan keturunan dari Ayahnya, yaitu Wuryanto, seorang guru yang sekaligus seniman.

Sementara, Seniman Instalasi, Wowok Legowo menyampaikan, bahwa karya lukis Eko Tunas yang dipajang dalam pameran tunggal itu memiliki aliran kontemporer pop Art.

” Aliran Kontemporer Pop Art itu sebuah karya lukis dengan tema yang sudah umum di masyarakat. Pelukis aliran ini lebih enjoy mengangkat benda benda yang sudah dikenal publik, semisal botol, gelas, atau benda benda lain yang umum, ” kata Wowok.

Wowok mengatakan, alasan Eko Tunas mengambil aliran kontemporer pop Art itu dikarenakan sangat dipengaruhi oleh kelaziman- kelaziman di era Orde Baru saat Eko masih kuliah di Yogyakarta.

” Saat itu media informasi luar negeri dengan mudah masuk Indonesia. Terutama disain grafis, iklan kemudian gambar – gambar simbol. Secara garis besar, pop Art itu mengusung sesuatu yg sudah populer dan mudah dikenal publik, ” ungkap Wowok.

Sementara, penyelenggara pameran lukisan Eko Tunas, yaitu Suriali Andi Kustomo menambahkan, ada 30 lukisan karya Eko Tunas yang dipamerkan selama 10 hari dan akan berakhir tanggal 14 Maret mendatang.

Hadir dalam acara pembukaan pameran lukisan Eko Tunas, sejumlah seniman kondang, Enthieh Mudakir, Rudi Iteng, Lutfi AN, ipuk M Noor, YY Haryo Guritno, Yono Daryono, Erwindo, Gus Firman Hadi, Hadi Lempe (Pekalongan), Jekcy (Pemalang), Miroj Adika ( Slawi) dan sejumlah seniman lain serta Anggota DPRD Kota Tegal, Sisdiono Ahmad. Acara pembukaan diiringi live music asuhan Bimo. ( Riyanto Jayeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :