9 Hari Tayang, Film Imperfect Berhasil Raih 1,2 Juta Penonton

KabareTegal.com, Jakarta – Film Indonesia sekarang semakin menunjukkan keampuhannya. Bertarung dengan film-film Hollywood, film Indonesia sekarang seperti sudah menjadi tuan rumahnya di negeri sendiri dengan banyaknya raihan penonton.

 

Hal itu ditunjukkan film IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan yang berhasil meraih kesuksesan. Dalam sembilan hari penayangannya sejak dirilis pada tanggal 19 Desember 2019, film kelima Ernest Prakasa ini telah disaksikan 1,2 juta penonton. Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat film ini tayang sehari setelah rilisnya babak pamungkas trilogi perang bintang Star Wars: Rise of the Skywalker.

 

“Kami bahagia banget karena ini menyamai perolehan Cek Toko Sebelah, dan semoga ini menjadi pertanda baik. Saya dan Meira juga merasa bahwa pesan film ini berhasil tersampaikan dengan baik. Banyak orang-orang yang jadi lebih mencintai dirinya setelah menonton IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan dan itu memang tujuan utama naskah ini,” ungkap Ernest sekaligus mewakili pendapat Meira.

 

Setelah tayang perdana 19 Desember 2019, Ernest memaparkan bahwa ia menerima banyak komentar dan direct message di akun media sosialnya yang merasa kisah mereka terwakili oleh sosok Rara. Tidak hanya itu, pujian juga datang dari para selebritas dan juga media massa.

 

“Sebagai orang yang tiap hari timbang bb terus, tiap ngaca selalu bergumam “kenapa sih muka gue bulat bgt”, dan segala rasa insecure lainnya; gue ngerasa film ini ngasih gue banyak pelajaran. Thanks koh @ernestprakasa. Komedinya juga selalu bikin ngakak lah terbaik :)) #imperfect

 

“Kemudian pagi hari ini saya berangkat kerja penuh dengan rasa percaya diri. Yang entah mungkin meski kemudian hari bisa terpatahkan lagi. Tapi, di hari jum’at yang berkah ini saya mau berterima kasih kepada Tuhan, sudah menciptakan @ernestprakasa dan istri. Kalian semua keren.”

 

“Bukan sekadar hiburan, tapi juga gerakan untuk lebih mencintai diri sendiri”

~ Kincir.com ~

 

“Hati dan mata sama-sama menghangat”

~ Pikiran Rakyat ~

 

“Film ini membuat kita sadar bahwa nggak semua orang sempurna dan nggak apa-apa untuk nggak sempurna”

~ Angga Yunanda ~

 

“Perfect casting, great humor, powerful message. Probably one of the best modern Indonesian movies I’ve seen”

~ Cinta Laura Kiehl ~

 

Sambutan yang luar biasa diberikan kepada para cast & crew IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan tidak hanya di daerah Jabodetabek, tapi juga kota-kota lain. Hal ini terlihat dari ramainya special screening yang diadakan sejak tanggal 14 Desember, berlanjut hingga penayangan hari pertama pada 19 Desember, hingga berakhir pada 22 Desember. Beberapa kota yang didatangi roadshow adalah Malang, Sidoarjo, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Bandung, dan Karawang. Selain menyambangi beberapa media lokal, cast & crew juga menyapa penonton bioskop dengan melakukan cinema visit.

 

Kesuksesan adaptasi buku Imperfect: Journey to Self Acceptance karya Meira Anastasia ini tidak terlepas dari kisahnya yang sangat relate dengan semua orang. Siapa pun kita pasti pernah merasakan body shaming dan perasaan tidak insecure. Ada yang berusaha tidak ambil pusing, tapi ada juga yang terus memikirkan komentar-komentar pedas tersebut hingga berpengaruh pada sikap dan pribadi kita. Film ini seakan menjadi pengingat bahwa tidak semua manusia sempurna. Daripada fokus pada kekurangan yang kita punya, lebih baik berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Dengan kisahnya yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, tidak heran banyak komentar positif berdatangan, baik dari kalangan selebritas, penonton awam, hingga media massa. Tidak hanya itu, bagi mereka yang sudah menonton filmnya, segera dapat mendengarkan scoring IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan yang digubah Ifa Fachir dan Dimas Wibisana melalui platform-platform digital mulai tanggal 2 Januari 2020.

 

IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sebuah film keluarga yang tidak hanya menghibur dan menghangatkan hati, tapi juga mengingatkan kita bahwa ketidaksempurnaan bukanlah hal yang harus disesali. Ubah insecure jadi bersyukur!

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :