Hadapi Pandemi Corona, Cinta Laura Rajin Berjemur di Taman

Merebaknya Corona Virus Disaese (Covid-19) berdampak pada segala lapisan masyarakat, termasuk artis cantik Cinta Laura yang kini rajin berjemur di taman dan berenang di pantai yang sunyi sepi

 

Tak pandang bulu, semua memang terkena dampaknya. Maka dari itu, Cinta harus betah di rumah untuk #dirumahaja stay at home agar dapat mencegah dan memutus mata rantai virus yang sangat mematikan tersebut.

 

“Aku untuk sementara tinggal di Bali, karena Mami Papi sangat khawatir kalau aku tinggal di Jakarta yang sedang menjadi Epicentrum Pandemi Corona di Indonesia, “ kata Cinta Laura kepada KabareTegal, Selasa (31/3/2020).

 

Dara kelahiran Quakenbrück, Jerman, 17 Agustus 1993 itu lebih lanjut mensyukuri tempat tinggalnya kini. “Alhamdulillah orang tua aku tinggal di resort di kawasan Nusa Dua, jadi aku masih bisa berjemur di taman dan berenang di pantai yang sunyi sepi, karena hampir semua hotel dan restaurant di Bali tutup untuk sementara, “ tutur putri pasangan Michael Kiehl dan Herdiana, S.H itu penuh rasa syukur.

Cinta menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Indonesia. “Untuk teman-teman di seluruh Indonesia, semoga tetap sabar untuk #dirumahaja karena bukan hanya kita yang menderita, tapi hampir semua orang di seluruh dunia, “ ucap artis yang mulai dikenal di masyarakat saat membintangi sinetron Cinderella ini bijak.

 

Menurut Cinta, virus Corona tidak pandang bulu kaya atau miskin. “Buktinya Ratu Elisabeth, Prince Charles dan Perdana Menteri Inggris semua positive Covid 19, “ pungkas Cinta Laura tegas.

 

Selama ini, Cinta Laura dikenal termasuk artis yang rajin menjaga kesehatan dan kebugaran badannya dengan olahraga. Lewat Instagram, Cinta memang kerap mengunggah aktifitasnya berolahraga. Tidak tanggung-tanggung, ia menjalani sejumlah olahraga berat seperti angkat beban, bersepeda dan jenis high intensity training lainnya.

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :