Dokter Hans Berbagi Jurus Jitu Melawan Covid-19

Merebaknya Corona Virus Desaese (Covid-19) memang mencuatkan profesi dokter sebagai garda terdepan yang bertugas dalam penanggulangannya. Banyak dokter “bertumbangan” terkena virus yang sangat mematikan tersebut. bahkan beberapa dokter di antaranya tewas dalam tugas. Berdasarkan data resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), per Senin (6/4/2020), 25 dokter di Indonesia meninggal terkait dengan Covid-19. Sembilan belas di antaranya merupakan dokter umum dan spesialis.

 

Dari sekian banyaknya dokter, ada yang rajin menulis, yakni dr Handrawan Nadesul. Dokter yang akrab disapa dr Hans itu memang aktif menulis sejak tahun 1972 dan sejak itu banyak menulis artikel opini, kolom di sejumlah media cetak. Lebih dari 1.500 artikel ditulis sampai 2008, 74 judul buku kesehatan, dan seminar kesehatan untuk awam di sejumlah kota besar.

 

Buku “Covid-19 Bagaimana Agar Tidak Tertular” adalah buku terbaru Dr Hans terbaru. Sebuah buku yang memang ditulis untuk merespon merebaknya Covid-19) yang kini menjadi wabah di seluruh dunia. Virus yang berawal dari Kota Wuhan (China), kini seolah menjadi teror bagi siapa saja. Ditambah keruh lagi dengan pemberitaan (sebagian hoax) di berbagai media sosial dengan segala ketakutannya.

***

 

Secara umum, buku ini membahas tentang apa siapa Covid-19, daya tular Covid-19, skrining di bandara/pelabuhan, tes Covid-19, mewaspadai pandemi, dan menjaga stamina tubuh. Terbagi dalam sepuluh bagian, buku ini diawali dengan bagian awal, yaitu Apa Siapa Covid-19, yang memperkenalkan siapa Covid-19 itu sebenarnya. Dr Hans yang menulis puisi itu menuturkannya secara puitis, tapi tetap dengan bahasa yang sederhana agar mengena dan dapat diterima masyarakat.

 

Berikutnya, Seberapa Besar Probabilitas Tertular Covid-19, yang membahas mengenai berbagai hal yang harus dihindari dan kita diingatkanj untuk hati-hati ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari. Bahwasannya, yang kita cemaskan, orang-orang terdampak yang pernah ada riwayat terkontak denganpasien Covid-19. Mungkin masih belum bergejala sehingga belum berobat. Atau sudah mulai bergejalan, tapi tidak mau berobat. Atau mereka  tergolong pembawa Covid-19, namun tidak sakit atau  carrier. Orang-orang inilah yang perlu dijaring  oleh sistem epidemiologik ynag dilakukan pemerintah. (hal. 15).

 

Virus Covid-19 Bukan Virus DB, bagian ini seperti melanjutkan penjelasannya semakin gamblang, bahkan lebih dipertegas lagi, bahwa yang kita perlu waspadai ialah kemungkinan berkeliarannya orang-orang yang dalam tubuhnya membawa Covid-19, tapi belum kelihatan sakit. Mereka carrier Covid-19 itu. (hal 27).

 

Bagian-bagian selanjutnya, Menekan Kasus Baru Covid-19 Perkuat Skrining Bandara dan Pelabuhan, Tes Covid-19, Mewaspadai Pandemi Covid-19 Secara Mandiri, sampai pada berbagai Pertanyaan yang Sering DitanyakanIhwal Covid-19, dimana terhadap sekitar 65 pertanyaan yang dipaparkan secara urut dan runut.

 

Setelah itu, bagian Meningkatkan Kekebalan Tubuh Jurus Jitu Melawan Covid-19, Kekebalan Tubuh Ada Kaitan dengan Pilihan Gaya Hidup, sampai pada bagian Rutin Bergerak Badan.

***

Dengan buku ini, Dr Hans berbagi jurus jitu melawan Covid-19. Menurut dr Hans dalam buku Covid-19 ini, pada dasarnya Covid-19 tidak begitu menakutkan dibanding dengan DB.  Covid-19 memang memiliki daya tukar yang tinggi, asal tidak kontak, maka aman-aman saja.  Bahkan Covid-19 akan mati dengan sendirinya apabila menular pada tubuh yang memiliki tubuh sehat menyembuh sendiri (self limitting). Angka kematian terjadi pada orangtua yang sudah terjadi komplikasi penyakit lain.

 

Menurut dr Hans cara cegah terkena virus Corona ini adalah menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, menjaga stamina, cukup tidur, gerak badan.

 

Dalam buku ini juga dr Hans memaparkan berbagai mitos tentang Covid-19 yang kini merebak  di masyarakat. Diuraikan dalam bentuk tanya jawab singkat padat.  Dengan demikian setelah memahami sifat-sifat Covid-19 dalam buku ini, memberi ketenangan pada pembaca.

 

Judul Buku      : Covid-19 Bagaimana Agar Tidak Tertular

Penulis                        : dr Handrawan Nadesul

Penerbit          : Penerbit Buku Kompas, Jakarta

Cetakan           : Maret 2020

Tebal               : xvi + 138 halaman

Harga              : Rp. 59.000,-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *