Gandeng IKBT-BA, PT Indonesia Power Donasikan 1000 Nasi Bungkus ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Selalu ada jalan bagi yang berbuat kebaikan. Apalagi di Bulan Puasa Ramadhan penuh berkah ini tentu sangat dianjurkan berlomba-lomba, bahkan kerjasama dalam kebaikan. Demikian Program CSR (Corporate Social Resposibility) PT Indonesia Power (IP) dengan menggandeng Ikatan Keluarga Besar Tegal – Bahari Ayu (IKBT – BA), mendonasikan 1000 nasi bungkus ke masyarakat terdampak Covid-19

 

“IP tidak memiliki jaringan ke pedagang-pedagang Warteg dan pedagang kaki lima.  Untuk menyalurkan CSR dalam rangka berbagi dan membantu masyarakat kecil yang langsung terdampak Covid-19, apalagi dengan diperlakukannya PSBB, maka IP menggandeng IKBT-BA untuk mewujudkan misi kemanusian tersebut,” kata Direktur Utama IP M. Ahsin Sidqi dalam sambutan di acara penyerahan secara simbolik CSR PT Indonesia Power di Posko Krisis Center Gedung Lama PT Indonesia Power, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/4/20).

 

Harapan Direksi Indonesia Power, ada kiprah yang nyata bahwa IKBT bisa menjadi kepanjangan tangannya untuk menyalurkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.

 

Hadir dalam acara serah terima secara simbolis itu, Direktur Sumber Daya IP, Okto Rinaldi, Sekretaris Perusahaan Subawa Putra, Head of Communication IP Rahmi Sukma. Sedangkan dari IKB-BA, hadir Ketua Umum Dr. Tafakurrozak, dan Ketua Bidang Sosial dan Kebencanaan Rachmat Sarkum.

Bantuan, untuk para pedagang kecil, buruh harian, tukang ojek, yang nantinya akan berbentuk 1000 nasi bungkus ini diserahkan secara simbolis dari Subawa Putra kepada Rachmat Sarkum, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

 

“Dengan CSR ini, PT Indonesia Power ingin berbagi dan menebarkan kebaikan. Kami IKBT-BA akan menyalurkan secara transparan lewat Warteg jaringan kami kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Tafakurrozak.

 

Menurut Rozak, IKBT-BA, sebagai organisasi bagi warga Tegal di Jabodetabek memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT Indonesia Power.  Pihaknya berjanji akan menyalurkan dengan benar dan bertanggungjawab, amanah dari IP ini. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan bisa terus ditingkatkan di masa yang akan datang, “ pungkas Tafakurrozak sumringah.

 

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021)

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *