Orang Pilihan Pengemban Amanat Sebuah Jimat

Bagaimana kalau tiba-tiba kita diberi jimat oleh seseorang, kemudian kita jadinya punya kemampuan supranatural, bahkan bisa kebal? Seseorang itu memberi jimat tentu ada maksud dan tujuannya dan tentu ditujukan bukan untuk sembarang orang. Demikian yang mengemuka dari novel “Wesi Inti Bumi” karya Irene Teng Siat Hwa. Sebuah novel yang berkisah tentang Oline sebagai orang pilihan pengemban amanat sebuah jimat untuk membasmi makhluk-makhluk halus yang jahat hingga memburu koruptor yang kabur

 

Novel setebal 372 halaman ini diawali dengan kisah Oline, lengkapnya bernama Caroline Darmawan, yang setelah menolong seseorang yang ditabrak truk, tiba-tiba ia diberi jimat Wesi Inti Bumi.

 

“Kau akan menjadi tua walaupun lebih lambat, tapi tidak akan bisa mati sebelum menemukan penerusmu. Kau akan kebal dari racun dan senjata buatan manusia atau makhluk ghaib. Kau akan bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Kau akan bisa memakai tenaga batinmu. Latih dan pergunakan baik-baik, karena kau akan mempunyai banyak musuh. Termasuk yang menginginkan benda ini, “ demikian ucapan lelaki tua yang memberi jimat kepada Oline.

 

Setelah bertemu dengan lelaki tua itu, Oline kemudian punya kemampuan supranatural, bahkan kebal. Oline yang diceritakan dalam sudut pandang “Aku” pun sering mengalami hal-hal mistis, yang pada awalnya membuat ketakutan, tapi kemudiaan lama kelamaan terbiasa sehingga jadi tidak ketakutan lagi.

 

Aku sering mendapat kilasan-kilasan bayangan entah apa. Kadang jelas. Kadang samar. Sangat mengganggu karena biasanya diiringi suara yang mendirikan bulu roma. Namun setelah hampir empat bulan aku sudah mulai bisa mengatasi rasa takut jika melihat hal-hal yang tak kasat mata orang lain. (hal. 25)

 

Karena punya kemampuan supranatural demikian, Oline berusaha menolong seorang ibu yang kehilangan anak di suatu rumah cagar budaya. Tidak hanya menemukan mayat anak tersebut, ia juga menemukan kerangka para korban lain yang dimangsa entitas jahat penunggu rumah. Setelah menemukan para korban, ia sempat diinterogasi polisi, namun karena kurang bukti akhirnya ia dilepaskan.

 

Petugas polisi yang menginterogasi Oline kemudian menggunakan jasanya untuk mencari koruptor yang menghilang. Setelah itu Oline juga membantu melindungi seorang anak yang hendak dibunuh oleh makhluk astral.

 

Kemudian, kedekatannya dengan petugas polisi Nares membuat tunangan polisi tersebut cemburu dan menyinggung Oline. Mereka bertengkar. Untuk menghibur hati, Oline menerima tawaran bekerja sebagai pengawal pribadi Hermawan Prastowo, seorang menteri yang juga kandidat Ketua Komisi Anti Korupsi.

Alur ceritanya maju-mundur seiring dengan pengalaman-pengalaman baru Oline. Bahasanya mengalir lancar. Temponya cepat, lugas dan sangat padat, seakan tak menyisakan ruang bagi kita untuk menghela nafas, langsung kisah demi kisah berlanjut dengan berbagai pengalaman mistis yang membuat jantung kita berdegub kencang. Banyak sekali kejutan yang membuat pembaca selalu penasaran dari awal sampai akhir.

***

 

Membaca buku ini, kita seperti diajak oleh Oline untuk bersama “melakoni” berbagai petualangan mistisnya. Tentu pengalaman-pengalaman baru yang dialami tokoh utama tersebut setelah mendapat amanat karena dapat jimat ‘Wesi Inti Bumi’. Dimana ia jadi terbuka indra keenamnya sehingga membuatnya dapat melihat makhluk-makhluk astral.

 

Buku ini melengkapi khasanah buku-buku bertema horor sebelumnya, yakni di antaranyya Kisah Tanah Jawa, KKN Desa Penari (Simple Man), Rumah di Perkebunan Karet (Brii Story), Lasmi (Falen dan Ara), trilogi soal santet Sewu Dino (Simple Man), dan lain-lain. Point plusnya, buku ini yang mengangkat tema lokal sebenarnya bisa mengglobal karena memang tema besar terkait bumi dimana penghuni bukan hanya di Indonesia, tapi bisa menyeluruh semua makhluk yang mendiami bumi.

 

Selama ini, orang-orang Barat berbuat adi-kuasa dalam cerita-cerita fiksinya yang seperti mewakili alias atas nama seluruh makhluk penghuni bumi dalam menghadapi lawan makhluk-makhluk luar angkasa. Nah, buku ini sebenarnya juga bisa mewakili seluruh makhluk penghuni bumi yang tentu saja makhluk nyata dalam menghadapi makhluk-makhluk halus.

 

Dalam hal ini, hal-hal mistis sedapat mungkin diceritakan secara logis, dapat ditangkap akal sehat. Buku ini tampaknya memang ada upaya perihal tersebut, sehingga jadinya tidak terjebak mistis belaka. Dalam hal ini, tugas besar Irene Teng Siat Hwa cukup berhasil.

 

Adapun, perihal cerita yang kemudian melebar pada kisah memburu koruptor yang kabur bisa memenuhi harapan masyarakat banyak karena sudah sangat geram masih saja para koruptor bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Koruptor seperti tidak ada matinya, terus ada. Untuk itu, jika penindakan korupsi mentok, sastra akan menerobosnya.

 

Data buku:

Judul Buku      : Wesi Inti Bumi

Penulis                        : Irene Teng Siat Hwa

Penerbit          : Ahsyara Media Indonesia, Kendal

Cetakan           : 2020

Tebal               : 372 halaman

ISBN               : 978-623-245-433-0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *